Penggunaan Teknologi Satellite News Gathering (SNG) Pada Metro TV Biro Penbaru
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keunggulan
media elektronik seperti televisi daripada media cetak terletak pada
kemampuannya memberikan sajian paling aktual. Hal paling aktual itu
sebagian besar bentuknya adalah informasi atau berita. Masyarakat
Indonesia hampir semuanya mengetahui televisi dan memilikinya sendiri.
Televisi sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari untuk menonton
acara-acara yang disiarkan oleh stasiun televisi mulai dari berita,
film, kuis berhadiah, bahkan siaran yang diadakan secara langsung (live) dan semuanya itu sangat tergantung dengan alat komunikasi yang digunakan.
Dahulu sebelum ada jaringan internet dan Satellite News Gathering, pengiriman gambar atau berita menggunakan jasa pengiriman barang melalui transportasi darat, udara, maupun laut.
Dalam siaran TV broadcast,
terdapat 3 macam sistem transmisi yang bisa digunakan yaitu transmisi
satelit, yaitu transmisi dari studio ke stasiun relay di seluruh
Indonesia. Transmisi terestrial, yaitu transmisi dari stasiun relay daerah ke televisi pemirsa yang ada di rumah. Transmisi microwave, yaitu transmisi yang menggunakan sinyal gelombang mikro, biasanya digunakan apabila terdapat event dari lapangan ke studio, bisa juga untuk backup
dari studio ke stasiun relay terdekat, hal ini terjadi jika keadaan
cukup memungkinkan. Biasanya digunakan pada stasiun TV daerah.
Teknologi
yang berperan sangat penting dalam dunia penyiaran adalah teknologi
satelit. Satelit merupakan salah satu media transmisi yang digunakan
dalam telekomunikasi baik itu transmisi video maupun percakapan telepon.
Dengan teknologi pemrosesan digital berkecepatan tinggi untuk video menggunakan teknologi kompresi video digital (digital video compression),
maka menjadikan satelit sebagai media transmisi yang digunakan oleh
stasiun televisi untuk membantunya dalam menyiarkan acaranya ke semua
masyarakat secara global.
Teknologi Satellite News Gathering (SNG)
yang digunakan oleh Metro TV Biro Pekanbaru sangat membantu dalam
liputan berita kapanpun dan dimanapun karena menggunakan sebuah mobil
sebagai media dalam pergerakannya. Teknologi ini bisa digunakan dalam
liputan berita secara langsung sebagai sebuah stasiun penyiaran mini
dimana mampu melayani pengiriman dan penerimaan data berupa suara dan
video serta bisa digunakan untuk sarana telepon antar stasiun mini
dengan pusat penyiaran.
Dari paparan tersebut di atas maka diangkat judul laporan kerja praktik ini yaitu Penggunaan Teknologi Satellite News Gathering (SNG) pada Metro TV Biro Pekanbaru.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, dapat dirumuskan masalah yang ada sebagai berikut:
1. Bagaimana penggunaan sebuah teknologi SNG dapat membantu mengirim dan menerima data dalam waktu yang singkat dan meliput berita kapanpun dan dimanapun.
2. Bagaimana menganalisis dan menyelesaikan permasalahan kemungkinan adanya penggunaan perangkat komponen-komponen di dalam SNG. Perangkat yang digunakan antara lain Encoder, UP.Converter, Controller Remote HPA, Spectrum Analyzer, Antenna, Monitor dan lain-lain.
1.3 Batasan Masalah
Mengingat cakupan yang sangat luas mengenai permasalahan Satellite News Gathering (SNG) Di Metro TV Biro Pekanbaru, maka tidak mungkin dibahas secara keseluruhan. Oleh karena itu, dibahas hal-hal berikut:
1 Penggunaan Teknologi SNG pada Metro TV Biro Pekanbaru.
2 Fungsi dari bagian-bagian SNG yang digunakan Metro TV Biro Pekanbaru.
3 Blok blok diagram audio video SNG Metro TV Biro Pekanbaru.
4 Proses pengiriman audio video SNG Metro TV Biro Pekanbaru.
1.4 Tujuan Kerja Praktik
Tujuan kerja praktik yaitu sebagai berikut:
1. Mengetahui fungsi dari bagian-bagian SNG yang digunakan Metro TV Biro Pekanbaru.
2. Mengetahui blok diagram audio video SNG Metro TV Biro Pekanbaru.
3. Mengetahui proses pengiriman audio video SNG Metro TV Biro Pekanbaru.
1.5 Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktik
Pelaksanaan kerja praktik di Metro TV Biro Pekanbaru, mulai dari tanggal 2 Febuari sampai 2 Maret 2011. Adapun jadwal kegiatan Kerja Praktik tersebut seperti terlihat pada tabel 1.1.
Tabel 1.1 Jadwal kegiatan kerja praktik
|
No
|
Kegiatan
|
Februari
Minggu ke
| |||
|
1
|
2
|
3
|
4
| ||
|
1
|
Orientasi Lapangan
| | | | |
|
2
|
Pengamatan Lapangan
| | | | |
|
3
|
Pengumpulan Data Lapangan
| | | | |
|
4
|
Penyusunan Laporan & Presentasi
| | | | |
1.6 Metode Pengambilan Data
Dalam menyusun laporan ini akan digunakan beberapa metode untuk melengkapi data antara lain:
1 Observasi
Metode pengumpulan data dengan mengamati langsung terhadap kegiatan yang berlangsung pada perusahaan.
2 Interview
Suatu metode pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pimpinan atau karyawan perusahaan dalam rangka melengkapi data yang diperlukan.
3 Studi Kepustakaan
Suatu metode dengan cara membaca dan mempelajari literatur-literatur maupun bahan bacaan dari internet yang menunjang materi penulisan.
1.7 Sistematika Laporan
Seperti
yang telah diungkapkan pada bagian awal bahwa sebagai sebuah indikator
untuk mengetahui apakah mahasiswa mengerti dan memahami serta
mendapatkan substansi dan esensi dari kerja praktik tersebut, maka
diwajibkan membuat laporan akhir kerja praktik.
Untuk mempermudah pelaporan, dibuat sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Menguraikan
secara ringkas tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan
manfaat, waktu pelaksanaan, metode pengambilan data, dan sistematika
penulisan laporan kerja praktik ini.
BAB II : PROFIL METRO TV BIRO PEKANBARU
Berisi tentang gambaran umum Metro TV Biro Pekanbaru, sejarah singkat dan perkembangan Metro TV Biro Pekanbaru.
BAB III : LANDASAN TEORI
Menguraikan pengertian dan penggunaan teknologi Satellite News Gathering (SNG) secara global dan keseluruhan.
BAB IV : DESKRIPSI HASIL KERJA PRAKTIK
Menguraikan pengertian dan cara kerja pada teknologi Satellite News Gathering (SNG) pada Metro TV Biro Pekanbaru.
BAB V : PENUTUP
Berisi tentang saran dan kesimpulan yang dapat diambil dari kerja praktik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar