Selasa, 27 September 2011

Media Transmisi

Media transmisi adalah media yang dapat  mentransmisikan  data. Data-data  pada  jaringan dapat ditransmisikan melalui 3 media :
a. Copper media (media tembaga)
b. Optical Media (media optik)
c. Wireless Media (media tanpa kabel)
a. Copper Media
Copper media merupakan semua media  transmisi data yang terbuat dari bahan  tembaga.  Orang  biasanya  menyebut  dengan  nama  kabel. Data  yang  dikirim  melalui kabel,  bentuknya adalah sinyal- sinyal  listrik  (tegangan  atau  arus)  digital. Jenis-jenis  kabel  yang  dipakai  sebagai  transmisi data pada jaringan :
1. Koaksial
2. STP
3. UTP
1. Kabel Koaksial
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel  antena TV. Disebut juga sebagai kabel BNC  (Bayonet  Naur  Connector).  Kabel  ini  merupakan  kabel  yang  paling  banyak  digunakan  pada  LAN,  karena  memilikiperlindungan terhadap derau yang lebih tinggi,  murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar .Ada 2 jenis yaitu RG-58  (10Base2) dan RG-8 (10Base5 ). Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial,  yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC  konektor. Keuntungan  menggunakan  kabel  koaksial  adalah    murah  dan  jarak  jangkauannya  cukup  jauh.  Kekurangannya  adalah susah pada saat instalasi. Untuk saat ini  kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan  lagi intuk instalasi jaringan


2. Twisted Pair
Twisted Pair terdiri dari 2 jenis :
• Unshielded Twisted Pair (UTP)
• Shielded Twisted Pair (STP)
Kabel ini terdiri dari 4 pasang kabel yang  dipilin  (twisted  pair),  instalasinya  mudah,  harganya  relatif murah dan cukup handal.
a. Kabel STP (Shielded Twisted Pair)
Keuntungan  menggunakan  kabel  STP  adalah  lebih  tahan  terhadap  interferensi  gelombang elektromagnetik  baik  dari  dari  dalam  maupun  dari  luar.  Kekurangannya  adalah  mahal,  susah  pada  saat  instalasi (terutama  masalah  grounding),  dan  jarak  jangkauannya hanya 100m
b. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Keuntungan  menggunakan  kabel  UTP  adalah  murah  dan  mudah  diinstalasi.  Kekurangannya  adalah  rentan  terhadap  interferensi  gelombang  elektromagnetik,  dan jarak jangkauannya hanya 100m

Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted
Pair, yaitu :
• Kategori 1 (Cat-1).
Umumnya menggunakan konduktor padat  standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan  range impedansi yang lebar. Digunakan pada  koneksi telepon  dan tidak  direkomendasikan  untuk transmisi data.
• Kategori 2 (Cat-2).
Range  impedansi  yang  lebar,  sering  digunakan  pada  sistem  PBX  dan  sistem  Alarm.  Transmisi  data  ISDN  menggunakan  kabel  kategori  2,  dengan  bandwidth  maksimum 1 MBps.
• Kategori 3 (Cat-3).
Sering  disebut  kabel  voice  grade,  menggunakan  konduktor  padat  sebanyak  22 a berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan  untuk  jaringan  10BaseT  dan  Token  Ring  dengan bandwidth 4 Mbps.
• Kategori 4 (Cat-4).
Seperti  kategori  3  dengan  bandwidth  20  MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring  dengan bandwidth 16 Mbps.  
• Kategori 5 (Cat-5).
Merupakan  kabel  Twisted  Pair  terbaik  (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan  jangkauan transmisi maksimum 100 m.
Media lain pendukung kabel UTP antara  lain Crimp Tool dan connector RJ-45.. Crimp  tool  /  Crimping tool  adalah  alat  untuk  memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ- 11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam- macam  ada  yang  besar dengan  fungsi  yang  banyak,  seperti  bisa  memotong  kabel,  mengupas dan lain sebagainya.Ada juga yang  hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau  RJ-11 saja.

Connector  RJ-45  adalah  Alat  Untuk Menghubungkan  satu  komputer  denga komputer lain dalam satu jaringan .

b.  Optical Media
Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya  digunakan,  yaitu single  mode,  multi  mode dan plastic optical fiber yang berfungsi  sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke  ujung kabel lainnya. Dari transmitter^ receiver,  yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya,  dalam  bentuk    light-emitting  diode ataupun laser. Kabel  fiber  optic  single  mode  merupakan  fiber  glass  tunggal  dengan  diameter  8.3  sampai  10  mikrometer,  memiliki  satu  jenis  transmisi  yang  dapat  mengantarkan  data  berkapasitas  besar  dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan  membutuhkan  sumber  cahaya  dengan  lebar  spektrum  yang  lebih  kecil.  Kemampuan  kabel jenis single mode dalam mengantarkan  transmisi  adalah  50  kali  lebih  cepat  dari  kabel jenis multimode, karena memiliki core  yang  lebih  kecil  sehingga  dapat  menghilangkan  setiap  distorsi dan  pulsa  cahaya yang tumpang tindih. Kabel  fiber  optic  multimode  terbuat  dari fiberglass  dengan  diameter  lebih  besar,  yaitu  50  sampai  dengan  100  mikrometer  yang dapat mengantarkan data berkapasitas  besar  dengan  kecepatan  tinggi  untuk  jarak  menengah. Apabila jarak yang ditempuh lebih  dari  3000  kaki, akan  terjadi  distorsi  sinyal  pada  sisi  penerima  yang  mengakibatkan  transmisi data menjadi tidak akurat. Sedang  plastic  optical'fiber  adalah  kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin  tingkat  performa  yang  sama  dengan  fiber  glass  dalam  jarak  pendek  dengan  biaya  yang jauh lebih murah. fiber  optic  telah  digunakan  Saat  ini, biding  sebagai  standar  kabel  data  dalam  physical  layer  telekomunikasi  atau  jaringan,  seperti  perangkat  TV  kabel,  juga  sistem  keamanan  yang  menggunakan  Closed  Circuit  Television  (CCTV),  dan  lain  sebagainya Bahan dasar dari optical media adalah kaca  dengan  ukuran  yang  sangat  kecil  (skala  mikron).Biasanya dikenal dengan nama fibre optic (serat optic).Data yang dilewatkan pada  medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau  inframerah)

Satu buah kabel fibre optic terdiri atas dua  fiber,satu berfungsi untuk Transmit (Tx) dan  satunya  untuk  Receive  (Rx)  sehingga  komunikasi dengan fibre optic bisa terjadi dua  arah secara bersama-sama (full duplex).

• ST Konektor biasanya dipakai untuk yang  singlemode
• SC konektor biasanya dipakai untuk yang  multimode
c. Wireless Network
Saat ini sudah banyak digunakan jaringan  tanpa kabel (wireless network), transmisi data  menggunakan  sinar  infra  merah  atau  gelombang mikro untuk menghantarkan data.  Walaupun  kedengarannya  praktis,  namun kendala yang dihadapi disini adalah masalah  jarak,bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian untuk kebutuhan LAN di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan  teknologi  wireless  untuk  Active  Hub  (Wireless  Access  Point)  dan  Wireless  LAN  Card  (pengganti  NIC),  sehingga  bisa  mengurangi semrawutnya kabel transmisi data  pada  jaringan  komputer.  Wireless  Access  Point juga bisa digabungkan (up-link) dengan  ActiveHub dari jaringan yang sudah ada. Media  transmisi  wireless  menggunakan  gelombang  radio  frekuensi  tinggi.  Biasanya  gelombang elektromagnetik dengan frekuensi  2.4  Ghz  dan  5  Ghz.  Data-data  digital  yang  dikirim  melalui  wireless  ini  akan  dimodulasikan  ke  dalam  gelombang  elektromagnetik ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar