Rabu, 12 Oktober 2011

OB Van dan SNG Van


OBVan dan SNGVan adalah dua jenis mobil modifikasi untuk broadcasting yang serupa tapi tak sama kegunaannya. OB Van adalah outdoor broadcasting Van. Dalam OB Van tersedia sarana siar lengkap layaknya studio in-house sebuah stasiun TV atau Radio. Dalam OB Van tersedia Mixer Video, Mixer Audio, Monitor monitor, speaker, Tally kit, Intercom, Kamera dan teleprompter, non linear editing (nle), linear editing kit serta tentunya Microwave Link atau VHF Link untuk menghubungkan ke Master Control Room sebuah stasiun. Bisa dikatakan OB Van adalah sebuah studio berjalan (mobile studio) dengan peralatan yang lengkap untuk produksi sebuah siaran.
Ukuran OB Van relatif lebih besar daripada SNG Van. Untuk OB Van Audio Visual bianya memakai truk 3/4 atau yang lebih besar sebagai platformnya. Truk ini dibuatkan body kit karoseri semacam bus yang didalamnya terdapat peralatan studio siaran. Sedang bagian atas truk dipakai alat penghubung ke stasiun pusat, baik melalui microwave link, vhf link, satcom (satellite communication) ataupun gsm cdma 3G live. Beberapa Instansi semisal Polri atau Angkatan Darat, dan Stasiun semisal SCTV dan RCTI mempunyai OB Van besar dengan memakai Truk Trailer 22 roda. Pada Polri atau TNI OBVan ini difungsikan sebagai mobile command center (conmob) yag dipakai untuk teleconferensi audio video atau komunikasi audio video dua arah (bolak-balik)
SNG + OB Van TV lokal Kaltim
Sedangkan SNG Van adalah singkatan dari satellite news gathering. Dalam SNG peralatan yang dibawa juga lebih sedikit dan sederhana. Yaitu Kamera broadcast yg dilengkapi wireless mic untuk reporter dan shotgun mic, encoder, satellite modem, hpa atau sspa dan parabola untuk pemancar dan penerima sinyal satelit. Encoder berfungsi untuk mengubah sinyal video menjadi sinyal digital yang dapat diterima modem. Bila dalam SNG mempunyai beberapa kamera atau VTR (video tape recorder), maka diperlukan router dan laptop untuk mengatur sinyal ke modem. Dari modem sinyal diperkuat melalui hpa (high power unit) atau sspa (solid state power unit) dan dipancarkan ke satelit. Dari satelit ini (semisal palapa atau telkom) kemudian dipancarkan balik ke stasiun utama dan kemudia disiarkan ke masyarakat luas.
Keperluan listrik untuk SNG Van ini relatif kecil. Hanya pada kisaran 2500watt sampai 5000watt saja. Dengan demikian mobil yang dipakai relatif kecil, semisal platform minibus atau microbus. Contohnya adalah innova, carry, apv, hilux atau L200. Dibandingkan dengan OB Van, yang butuh listrik sd 15000watt dan tentunya mobil sekelas truk atau bis.
SNG Test Signal Trial (Jakarta)
Di Indonesia, hanya RRI yang memiliki SNG Van. SNG Van ini biasanya disandingkan dengan OB Van mereka ketika siaran dari luar studio. Sedang stasiun radio lain hanya mempunyai OB Van yang dikoneksikan ke stasiun utama melalui pemancar uhf atau vhf. Bahkan seringkali peralatan outdoor broadcasting untuk radio berupa Carrying Case (koper) yang berisi mixer, mic, headphone dan pemancar mini.
SNG + OB Van RRI (Voice only, no Visual)
Dewasa ini telah berkembang pula teknologi 3G live sebagai alternatif Outdoor Broadcasting Audio Video. Alatnya kecil (sebesar telpon genggam) dan ditempatkan di v-mount battery camera. Alat ini beroperasi melalui gelombang 3G gsm (hspda atau hsupa), wcdma atau cdma evdo. Hanya saja mutunya masih dibawah SNG mengingat 3G hanya mentransfer 1.200kbps dibandingkan dengan SNG 16.000kbps.
Interior OB Van Kaltim
RRI dan TVRI telah memulai teknologi uplink downlink sejak era satelit Palapa masih Analog. Palapa Indonesia adalah pemakai pertama transponder C-Band buatan USA. Sebelumnya USA hanya memakai Ku-Band dan C-Band hanya dipakai Sovyet (rusia). Untuk menghormati Indonesia maka gelombang uplink downlink C-Band satelit yang dibuat Amerika akhirnya dinamai C-Band Palapa. RCTI, SCTV, MNCTV, ANTEVE, TRANS TV, TRANS7, INDOSIAR, TV ONE, GLOBAL TV, Metro TV, Spacetoon, MHTV, dan HCTV di audio video  serta Elshinta, 68H, SSFM dan Radio Dangdut di audio, telah memanfaatkan Jasa Palapa dan Telkom.

Dewasa ini carrier stream transponder dari Satelit Palapa dan Satelit Telkom, tidak hanya dipakai komunikasi audio dan audio visual (audio video) saja, tetapi juga secara extensive dan intensif dipakai untuk komunikasi Data Digital dari modem satelit. Palapa dan Telkom kini telah mengkover wilayah mulai dari bagian timur india sampai ujung timur Australia dan Papua Nugini. Sedang dibagian utara mulai dari China sampai dengan Selandia Baru. Dimana Negara Negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, Filipina, Kamboja, Thailand, Laos dan Myanmar termasuk didalamnya. Hanya saja bila di era tahun 60an sampai 80an, Palapa adalah satu-satunya satelit yang ada, dewasa ini telah ada beberapa satelit dari singapura dan Thailand yang juga mempunyai orbit diatas garis khatulistiwa. Tepatnya di garis katulistiwa Indonesia.

Indonesia juga dikenal mempunyai Pemancar Transmitter dan Transposer terrestrial (bumi, ground to ground) terbanyak di Asia. Selain keunggulan aerial dari jumlah satelit yang mempunyai orbit di katulistiwa. Wilayah yang luas dan jumlah Penduduk yang berlimpah, membuat Indonesia adalah pasar terbaik bagi Industri telekomunikasi. Di Indonesia mengudara ribuan stasiun televise dan radio. Indonesia juga mempunyai penetrasi pasar pelanggan handphone dan operator seluler melebihi 160juta user. Suatu jumlah yang tidak akan bisa dikejar Negara ASEAN manapun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar